MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

mitra program

waktu dan tempat 

pelaksanaan

Tempat : Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate)

Waktu : 1 Maret s/d 30 April 2019

  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Wonosobo

  • PC LP Ma’arif NU Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo

deskripsi program

Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003, Pasal 51, butir 1, disebutkan bahwa “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”. Juga dalam PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 49, butir 1, disebutkan bahwa, “Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas’. Berdasarkan landasan normatif tersebut, perlu diselenggarakan Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

TUJUAN program

1) Memahami pengertian Manajemen berbasis Sekolah (MBS)

2) Mengidentifikasi ciri-ciri sekolah yang menerapkan MBS

3) Memahami peran dan tugas kepala sekolah dan pengawas dalam penerapan MBS

4) Memperkenalkan unsur dan contoh pembelajaran aktif

5) Memperkenalkan konsep budaya baca

6) Memperkenalkan konsep pemantauan sekolah

7) Menyusun rencana tindak lanjut kelompok sasaran pelatihan ini adalah kepala sekolah (di semua tingkatan mulai SD, SMP, SMA/SMK) yang bernaung di bawah pembinaan LP Ma’arif NU yang berasal dari Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo, Jawa Tengah.

Pelatihan ini berbentuk workshop yang dipandu oleh fasilitator dan menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah dan para ahli dibidang MBS. Pelatihan menggunakan pendekatan Partisipatory Learning and Action (PLA), yaitu pendekatan, metode, sikap, perilaku dan hubungan, yang memungkinkan dan memberdayakan orang untuk berbagi, menganalisis dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang kehidupan dan kondisi mereka, dan merencanakan, bertindak, memantau, mengevaluasi dan mereflrksikan. Prinsip dasar pendekatan ini adalah menggunakan pendekatan partisipasi penuh seluruh peserta pelatihan.

MBS Pwrj edit1.jpg

Kepala Sekolah yang telah mengikuti pelatihan dan melaksanakan rencana tindaklanjut, menjadi Kepala sekolah yang mempunyai motivasi tinggi, meningkatnya pengetahuan dan pemahaman serta mampu mewujudkan pengelolaan sekolah dengan tata Kelola yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah mendesiminasikan dan meningkatkan kompetensi guru tentang pentingnya pembelajaran aktif dalam proses belajar mengajar. Kepala sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk mewujudkan budaya baca dengan mengenali kegiatan- kegiatan budaya baca dan mengelompokkan kegiatan budaya baca kedalam keteladanan, pembiasaan, dan penyediaan buku. Kepala sekolah yang memahami tindakan-tindakan yang perlu dilakukan dan tindakan- tindakan yang tidak perlu dilakukan untuk mengelola sekolah secara partisipatif, transparan dan akuntabel. Kepala sekolah yang selalu melakukan pemantauan sekolah dengan menitoring dan evaluasi terhadap program dan kegiatan sekolah yang telah berjalan dan mencapai tujuan serta targetnya; serta mengindentifikasi faktor-faktor penghambat tidak berjalannya program dan kegiatan tertentu dan mencari solusi untuk perbaikannya. Kepala sekolah yang kreatif dengan mengajak masyarakat untuk meningkatkan peran serta masyarakat berupa : peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia, peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, juga tenaga, peran serta melalui konsultasi, peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/dilimpahkan, dan peran serta dalam pengambilan keputusan.